Home > Book Review > Contemporary Furniture

Contemporary Furniture

  • Book Review

Book Tittle : Contemporary Furniture

Author : Sebastian Conran & Mark Bond

Photography : Thomas Stewart

Publisher : Conran Octopus Limited, London

 

 

Transform a house to a home - Pemilihan dan penempatan furniture yang tepat, dapat mengubah a house menjadi a home. Demikianlah yang tersirat dalam buku karya Sebastian Conran dan Mark Bond. Pembaca diajak untuk mengenal dunia furniture  secara komprihensif agar dapat  memilih, menata dan menghardirkan suasana homey.  Furniture kontemporer menjadi fokus  dalam buku ini. Furniture yang dibuat secara modern, baik dari segi peralatan, pengerjaan maupun bahan.

Living space at its premium - Kehidupan modern yang serba praktis dan space terbatas, membuat disain furniture pun menjadi ikut serba praktis. Multifungsi. Seperti yang terlihat pada ”Bubu”, karya Philippe Starck (halaman 84). Sebuah stool yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan. Bentuk dan warnanya sangat unik. Eye catching !  Lain lagi dengan nesting tables karya Ou Baholyadodhin (halaman 86). Terinsipirasi oleh urban architecture, Baholyadihin mendisain meja yang elemen- elemenya dapat ditumpuk menjadi rak. Siluet dan garis- garis rak yang tercipta dari tumpukan elemen meja sangat menarik.

The DNA of the chair – Ibarat manusia, kursi pun memiliki DNA. Adalah Gerrit Rieveld, yang mengawali modernist furniture dengan Red and Blue Armchair (1918). Dilanjutkan oleh karya Marcel Breuer (1925 & 1928), Ludwign mies van der rohe (1929), Alvar Alto (1930), Gerrit Rietveld (1934), Gio Ponti (1952), Eero Saarinen (1956), Arne Jacobsen (1957), Verner Panton (1959) dan Jasper Morrison (1988). Menarik sekali melihat foto kursi- kursi ini   berjajar pada halaman buku yang berwarna putih bersih (halaman 20 dan 21) . Bisa dianggap sebagai sebuah ’peta’  alam pikir kita  dalam ’membaca’ dinamika furniture kontemporer. Dan sekaligus bisa dianggap sebagai  sebuah penegasan bahwa  lekak- lekuk dan warna kursi kontemporer memang lah indah, namun tetap tetap fungsional.    * (santi widhiasih

Compare furniture to a poem. Poems are constructed from words just as furniture is constructed from details …….(Sebastian Conran & Mark Bond)

Categories: Book Review
  1. January 10, 2010 at 1:04 am | #1

    Great idea, but will this work over the long run?

  2. January 10, 2010 at 8:55 pm | #2

    that sound’s so easy if you think about it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.