Home > Architecture > A traffic-free shopping centre – “The Lijnbaan”, Rotterdam

A traffic-free shopping centre – “The Lijnbaan”, Rotterdam

Postwar architecture & Pioneer - Dampak dari serangan udara Jerman pada tanggal 14 Mei 1940 terhadap kota Rotterdam, disatu sisi, membawa pembaharuan terhadap tatanan kota dan arsitekturnya. Bahkan menjadi satu terobosan baru dibidangnya pada saat itu.  Tidak hanya sebuah pembaharuan berskala nasional, namun juga sebuah pembaharaun berskala internasional. A traffic-free shopping center  – the Lijnbaan, salah satunya  ‘ The Lijnbaan’ menjadi salah satu ’pelopor’ pemisahan antara jalur pedestrian dengan jalur kendaraan.  Jalur pedestriannya pun dipercantik dengan street furniture.  Ada art work, tempat duduk- duduk, pepohonan, outdoor caffee dan lampu- lampu.  ‘ The Lijnbaan’ pun  mempelopori perpaduan antara living dan shopping area. Berbeda dengan yang sudah dibangun di tahun- tahun sebelumnya, dimana area hunian dibangun tepat diatas area komersial, disini  area terbuka hijau sebagai buffer diantara kedua fungsi yang berbeda. Hasil rancangan Jo van den Broek dan Jacob B. Bakeman ini pun mendunia, menjadi test case a traffic- free shopping center di berbagai negara.

Continuity - Berjalan menyusuri ’ The Lijnbaan’ sepanjang kurang lebih 2 km, kita tidak akan menemukan dead end. Sebaliknya  kita dapat melanjutkan jalan kaki kita ke shopping center Beurstraverse yang dibangun tahun 1990-an, bahkan bisa berjalan terus ke daerah Blaak. Sebuah acara shopping  atau window shopping  yang menyenangkan dari satu pertokoan  ke pertokoan lainnya, tanpa ’diganggu’ lalu lalang kendaraan.

The 60′s turn to 50 - Usianya yang telah mencapai lebih dari 50 tahun, membuat ’ the Lijnbaan’ ( dibuka di tahun 1953)  bisa menjadi monument Modern Architecture.  Namun tidak berbeda dengan bangunan- bangunan di periode yang sama di berbagai belahan dunia, manakala memasuki usia 50 tahun, seolah memasuki masa ‘evaluasi’ untuk sebuah kemungkinan baru. Apakah dikonservasi, dipreservasi atau ’diperbaharui’ dengan sesuatu yang lebih sustainable secara tata sosial ekonomi, tata kota maupun arsitektur  (Santi Widhiasih)

Referensi :

Advertisement
Categories: Architecture
  1. January 19, 2010 at 4:13 am | #1

    Hello. And all nice words. great site great yes it is.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.