Melting pot – Masyarakat kota Rottedam yang multikultur, membuat open market di kawasan Blaak dapat digambar sebagai sebuah melting pot. Tempat berinteraksinya masyarakat dengan beragam suku bangsa dan budaya. Menarik sebenarnya. Tanpa hirau adanya perbedaan, semuanya terikat dalam aktivitas jual beli. Bahkan pasar yang beroperasi dengan stand bongkar pasang setiap 2 kali dalam seminggu, bisa menjadi tempat rekreasi yang ditunggu- tunggu kehadirannya diakhir minggu. Ditambah lagi, lokasinya yang strategis. Mudah dijangkau. Dekat dengan tempat pemberhentian tram, dekat dengan Stasiun Blaak, dekat dengan public library, dan dekat pula pusat keramaian kota strategis lainnya, di City Center.
One stop shopping & refreshing destination – Barang- barang yang dijual disini sangat lengkap. Ada yang menjual barang- barang kebutuhan sehari- hari layaknya sebuah pasar. Ada jual pakaian, kain, pernak pernik menjahit. Ada yang menjual tanaman. Ada yang menjual lukisan, furniture, karpet sampai barang- barang second. Namun, kalau hanya sekedar ingin melihat- lihat, berkeliling pasar ala bazar, sah- sah saja. Apalagi sambil ditemani kentang goreng – snack khas disana, sudah merupakan refreshing yang menyegarkan. (santi widhiasih)
Doulbe decker – Mengunjungi Brussels, tentu sangat menyenangkan. Namun, bila waktu kita terbatas, masih ‘asing’ dengan tempat- tempat unik dan juga masih ‘asing’ dengan rute transportasi, ada sebuah solusi menarik. Gunakanlah bis wisata –
double decker bus yang tidak jauh dari stasiun kereta. Dengan bis bertingkat ini kita akan dibawa berkeliling kota, mengunjungi tempat- tempat yang menarik. Dapat berhenti ditempat yang kita minati. Dan dapat kembali melanjutkan perjalanan ke tempat lain, dengan
double decker berikutnya. Kita tinggal memperhatikan jadwal pemberangkatan dan pemberhentian yang telah ditentukan.
Hop-on & hop-off the bus !.
Lantai atas – Tempat yang paling strategis adalah duduk di lantai atas bis. Apalagi di area yang ‘tanpa atap’. Memberi keasyikan tersendiri. Angin yang menerpa, sinar matahari Brussel yang praktis tidak terasa panas, sambil menggenakan head phone yang bertutur tentang keunikan tempat yang sedang kita lintasi.
Pemahaman global- Untuk waktu yang terbatas dan singkat, menggunakan double decker sangat praktis. Namun untuk benar- benar blended with the atmosphere of the city, penjelajahan satu hari ala hop-on & hop off bukanlah sebuah jawaban. Hop-on & hop-off dapat diibaratkan rangkaian kata pengantar sebuah buku ! Bermakna untuk sebuah pemahaman global ! (santi widhiasih)
Belum lawas untuk diulas. – Walaupun telah berlalu, peristiwa perhelatan ‘kota arsitektur’ di Rotterdam di tahun 2007 lalu, tidak terasa sebagai peristiwa lawas untuk diulas. Tetap menjadi sesuatu yang menarik. Melihat perjalanan tumbuh kembang kota dan arsitektur di Rotterdam. Rotterdam 2007 City of Architecture, mengapresiasi satu abad perjalanan arsitektur modern di kota Rotterdam. Ada 40 bangunan yang menjadi ‘wakil’ perhelatan ini. Diantaranya, Cafe De Unie (J.J.P. Oud, 1924 – 1925), Stock Exchange/ World Trade Center ( J.F. Staal 1925 -1940; Groosman Partners 1983 – 1986), Shopping Center/ Apartment buildings Lijnbaan ( Van den Broek & Bakema/ Maaskant, Krijgsman, Bakker 1951 -1953/ 1954 -1956 ), dan NAI (Netherlands Architecture Institute, J.M.J Coenen 1988 -1993).
Eye Catching- Uniknya, ke empat puluh bangunan ini diberi ‘tanda’ warna unggu. Bisa pada kaca jendelanya atau kolom bangunannya. Bisa berbentuk segiempat sama sisi berwarna unggu. Bisa juga persegi panjang berwarna unggu melintang bidang fasad. Bisa juga berupa garis silang berwarna unggu. Keberadaan warna unggu ini tidak ‘merusak’ tampilan fasadnya. Tampil serasi, bahkan bisa dianggap sebagai aksen baru pada fasad. Sangat mudah publik menemukan tanda unggu ini, baik dari jarak dekat maupun kejauhan.
Informatif Tidak hanya itu, sepanjang tahun diadakan beragam kegiatan berkaitan dengan perhelatan ini. Ditunjang lagi dengan publikasi yang intens. Ada spanduk di ruas- ruas jalan yang strategis. Ada brosur- brosur kegiatan di tourist information center. Ada poster- poster di berbagai sudut kota yang strategis. Ada buku architectural guide yang sangat membantu untuk mengenal dan memahami keempat puluh bangunan tadi. Keistimewaannya secara arsitektural ataupun nilai historisnya. (santi widhiasih)
Booth Contructivisme - Ada sebuah booth yang menarik di Museum Boijmans van Beuningen, Rotterdam. Sebuah booth yang menampilkan karya Constructivism. Beragam karya lukis, furniture, dan maket interior dengan warna- warna cerah, diimbangi oleh hitam dan putih tampil dalam komposisi geometris. Semuanya tertata apik di dalam booth yang berbentuk lingkaran. Walaupun berkembang sekitar tahun 1920-an , melihat karya- karya Constructivism di museum ini tidak terasa sebagai karya ‘masa lampau’. Tetap terasa ‘ baru ‘ untuk masa kini.
- Vladimir Taltlin & Constructivisme – Karya Vladimir Tatlin ‘ Futuristic Monument ‘ ( web.mit.edu/slava/guide ) di 3rd International (1920) di St. Petersburg, dimaknai sebagai awal ‘eksistensi’ Contructivisme. Karya Tatlin ini menyimbolkan revolution dan human interaction. Kondisi setelah Perang Dunia Pertama mendorong tumbuhnya pembaharauan dalam beragam aspek kehidupan. Dan Tatlin diantaranya. Pengaruh pemikiran meluas ke luar Rusia di akhir tahun 1920-an.
- Constructivisme – art & arsitektur - Dalam bidang art, tampilan atau ekspresi abstrak tidak merepresntasikan image tertentu, minimal, geometris, dan bereksperimen dengan beragam industrial material. Sedangkan dalam bidang arsitektur, contructivisme diwarnai dengan hasil industrial secara optimal. Diekspresikan dengan penggunaan material steel dan glass. Mempunyai bentuk geometris dan memiliki sense of movement.
De Stijl dan Contrutivisme di Boijmans van Beuningen - Karya De Stijl dari Belanda, merupakan bagian dari spirit Constructivisme. De Stijl menyederhanakan komposisi visual dalam arah horizontal dan vertikal. Warna primer (merah, biru,kuning) dan warna hitam, putih menjadi elemen komposisi.Di dalam booth melingkar di museum ini, baik di sisi luar mau pun sisi dalamnya, tergantung lukisan, maket dengan komposisi garis horizontal dan vertikal, permainan warna primer,hitam dan putih. Dan yang sangat menarik perhatian mata di booth ini adalah hadirnya Red Blue Chair karya Gerit Rietveld ! (santi widhiasih)
referensi :
________________________________________________________________________
Book Review
Judul : Bedroom Style ( Serial RUMAH )
- Penulis : Fransisca Wungu Prasasti & Rahma Yulianti
- Artistik : Andiko Baskoro
- Fotografer : Tan Rahardian & Jou Endhy Pessuarisa
- Penerbit : PT. Prima Infosarana Media, Jakarta
” Early to bed and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise ” - Sebuah ungkapan menarik Benyamin Franklin yang tertera dalam buku ini . Menegaskan kepada kita, betapa pentingnya arti ’ istirahat’. ’Bedroom’ yang menjadi tema buku, merupakan bagian dari upaya mencapai ungkapan Franklin.

Totalitas - Banyak hal terkait dalam bedroom. Mulai dari pemilihan matras sampai pada penciptaan ‘atmosfir’ ruang tidur yang dapat memberi kenyamanan. Kemampuan dalam menopang badan seperti dalam posisi berdiri dan lentur menjadi kriteria matras yang baik. Sedangkan sirkulasi udara yang baik, cahaya matahari alami yang ‘mematikan bakteri, dan tingkat kebisingan yang rendah berperan dalam mewujudkan kenyaman. Disain ruang tidur itu sendiri pun merupakan hal yang tidak kalah penting. (halaman 6 -22 ).
Personal space & Inspirasi - Sebagai ruang yang bersifat pribadi, setiap orang akan memiliki kebutuhan fasilitas yang berbeda. Baik orang dewasa, remaja dan anak- anak mempunyai selera penataan interior yang berbeda. Dalam buku ini, ada 25 ruang tidur utama, ruang tidur remaja dan anak ditampilkan dalam foto- foto yang menarik. (halaman 24 – 127).
Ruang tidur utama dengan atmosfir romantis, hangat, mewah, lembut. Ruang tidur gadis mungil yang cerah ceria . Ruang uang tidur remaja dengan sentuhan garis- garis modern dan motif klasik. Kesemuanya sangat inspiratif dalam menata ruang tidur yang tidak hanya nyaman dan menawan, namun juga menjadi sarana membangun hidup kita yang ‘sehat’ , seperti yang diungkapkan pepatah Irlandia ‘A good laugh and long sleep are the best cures in the doctor’s book ‘ – (santi widhiasih)
Book Review
- Title : Album Bandoeng Tempo Doeloe
- Writer : Sudarsono Katam, Lulus Abadi
- Publisher : NAVPRESS Indonesia, Bandung, 2005
- Page : 375
19th- 21 st century – The dinamic growth of Bandung from 19th – 21st century are shown in this book. There are around 1000 photos, pictures and informations which are classified under several themes. All photos and pictures are taken from various sources, such as internet, post cards, books, magazines, advertisements and family documentation.
Whole aspects of Bandung – Many things about Bandung can be learned form this book, such as, the growth of Bandung from the early time – as remote and green area – until nowadays, Bandung was a vacation destinition not only for EuropBean living in Indonesia but also from European living in Europe; Bandung was a city with a lot of parks, green open space; Bandung was an important city in holding a Asia Afrika Conference, and many other stories. On the whole, we can learn about social, political, economical and cultural live of Bandung from pre colonial, colonial and post colonial era.
Pictures speak thousand words – All photos and pictures are printed in light brown, black and white as if old archieves. This book is really like an photo albums, as mention in its tittle ” Album Bandoeng Tempo Doeloe”. Photos dominated the ‘album’. This is the uniqueness of the book. Pictures can speak thousand words. However, it would be more precious if the sources of each photos and pictures are mentioned. It might be usefull for anyone who would like to study or learn any further. ( santi widhiasih)
Book Review
- Book Title : Minimalism Design Source
- Editor & text : Encara Castillo
- Editor in chief : Haike Falkenberg
- Translation : William Bain
- Publisher : Paco Asensio – Page One Publishing Private Limited, Singapore, 2004
- Page : 647 pages
notes : book review will be added asap
Book Review
- Judul Buku : Maximalism – Maximalismo
- Penulis : Aurora Cuito
- Editor : Paco Asencio
- Penerbit : LOFT Publications, Barcelona, Spain, 2003
- Jumlah halaman : 93 halaman
More is never enough - Begitulah ungkapan sang penulis dalam menggambarkan spirit ‘maksimalis’. Tumbuh sebagai reaksi dari ‘minimalis’. Sangat kontradiksi dengan minimalis, maksimalis mempunyai tampilan yang kompleks. Functionality dan imajinasi menjadi kata kuncinya. Di dunia furniture, misalnya, sebuah kursi tidak hanya semata berfungsi sebagai tempat duduk. Dinamis dalam hal bentuk. Dan kaya dalam penggunaan warna dan bahan.
Arsitektur & Furniture – Walaupun maksimalis berkembang berbagai bidang, seperti, arsitektur, furniture fashion, jewelery, literature, film, dan grafik desain, buku ini hanya menampilakan maksimalis dalam arsitektur dan furniture. Ada 12 karya arsitektur. Diantaranya ada 2 karya Zaha Hadid. Dan ada 16 karya kursi. Kesemuanya colourfull dan mempunyai bentuk dinamis. Buku ini sarat akan foto- foto. Justru dari s inilah, dengan mudah kita mencerna atau menangkap esensi dari karya maksimalis. Sesuatu yang sangat jauh dari spirit Less is more nya minimalis ( santi widhiasih)